16.8.08

Koi

Koi, ikan cantik yang punya harga mahal dan tetap laku di pasaran ini adalah jenis ikan mas atau karper. Ikan ini dinobatkan sebagai ikan nasionalnya negara Jepang (kokugyo). Kabar tentang asal mula ikan koi, ada banyak versi. Salah satu yang tercatat, ada dalam buku berjudul Koi karya penulis Jepang yang bernama Takeo Kuroki. Ia menyebutkan bahwa sesungguhnya ikan cantik ini berasal dari Persia yang kemudian dibawa ke Jepang oleh orang-orang Cina lewat daratan Cina dan Korea. Cyprinus carpio L., begitulah koi disapa dalam bahasa latin. Perkembangan koi di dunia, dimulai ketika ikan ini pertama kali diekspor Jepang ke San Fransisco pada tahun 1938. Kemudian meluas ke Hawai (1947), Kanada (1949), dan Brasil (1953). Pemeliharaan koi di luar Jepang pun meningkat drastis selama dekade 1980-an.
Koi, datang ke Indonesia diperkirakan tahun 1981 s/d 1982. Koi pertama ini panjangnya mencapai 100cm, dan bisa berumur 50 s/d 75 tahun. Ikan ini dibawa oleh seorang pecinta ikan bernama Hani Moniaga. Ia kemudian mengembangkan peternakan koi di Cipanas, Jawa Barat. Sejak saat itu, ikan koi jadi populer di kalangan masyarakat pecinta ikan.

Pada awalnya, peternak di Jepang hanya bisa menghasilkan varietas koi satu warna tunggal, yakni koi hitam (Karasugoi, Sumigoi), putih (Shiromuji), merah (Akagoi, Benigoi, dan Higoi), kuning (Kigoi), keemasan (Kingoi), dan putih keperakan (Gingoi).
Dari satu warna, kemudian muncul koi dua warna, yakni Kohako (putih merah), Shiro bekko dan Shiro utsuri (hitam putih). Lalu, muncul berikutnya koi tiga warna, yakni Taisho sanke dan Showa sanshoku (merah, hitam, putih). Dan berikutnya, melahirnya koi multi warna seperti Goshiki, terdiri dari unsur warna dasar biru bercak-bercak merah, hitam, biru tua, dan putih.
Kemudian, hasil persilangan dengan ikan karper Jerman yang dinamakan karper tak bersisik (Kagami goi) sekitar tahun 1904, menghasilkan koi sebagian bersisik dan sebagian tidak. Ikan ini dinamakan Ditsu nishikigoi.

Memelihara ikan koi, tak terlalu sulit. Syaratnya, tentu saja butuh kesabaran dari sang pemelihara dan kolam yang lumayan luas agar si cantik dari Persia ini bisa memperindah pemandangan di rumah Anda.
Ikan koi bisa dipelihara dalam kolam semen, kolam tanah, atau kolam taman. Dianjurkan agar tidak memlihara koi didalam akuarium karena ikan ini butuh area berenang yang cukup luas dan dalam. Selain itu, jika dipandang dari sisi samping saja, keindahannya tak terlalu tampak. Karena warna-warna koi yang cantik, ada di bagian punggungnya.
Derajat keasaman (pH) air pada angka 6,5 s/d 8,5 paling cocok untuk mendukung pertumbuhan koi. Untuk menjaga sirkulasi air, perlu dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak ± 25 liter per menit. Tujuannya, agar kolam tak terlalu kerap dibersihkan.
Jenis pakan yang diberikan, berupa pakan alami (wortel, alga, chlorella, semangka, kubis, cabai hijau, sawi, daging kepiting, udang-udangan, jentik nyamuk, cacing rambut dan cacing darah) atau pakan buatan (wheat germ). Yang terpenting, pakannya harus mengandung gizi yang seimbang. Setidaknya, mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, mineral, dan vitamin. Berilah pakan pada setiap dua kali sehari. Pagi dan sore hari.

Tidak ada komentar: