29.4.09

Pura-pura dan Kepalsuan

Pura-pura adalah cara untuk membengun kualitas pribadi yang lebih dewasa, yang lebih tinggi kelasnya, karena orang-orang yang berada pada kelas di bawah tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan pada pergaulan kelas di atasnya.

Berpura-pura ini tidak negatif karena berpura-pura adalah cara untuk membayar di muka suatu kedewasaan yang belum kita miliki.

Berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous tampil di lingkungan yang lebih senior bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan tetapi upaya penyelamatan diri, sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki.

Berpura-pura itu sesuatu yang perlu dan mohon dibedakan dari kepalsuan.

Kepura-puraan yang baik dan kepalsuan datang kepada kita dalam pakaian yang sama. Sehingga dibutuhkan satu cara untuk membedakan kepura-puraan yang baik dan kepalsuan yang bisa merugikan kita.

Cara yang paling sederhana adalah bertanya, apakah kepura-puraan ini, apakah kepalsuan ini mendatangkan kebaikan bagi saya. Atau apakah kepura-puraan yang ditujukan kepada saya ini, menjadikan saya menjadi orang yang lebih baik, lebih penting, lebih berguna bagi orang lain.

Apapun cara yang digunakan orang, semanis apapun cara yang disampaikan kepada saya, apabila itu membuat saya merugikan saya sendiri, merugikan orang lain, maka cara-cara itu selalu cara-cara yang harus dicurigai.

Orang-orang yang teliti menilai setiap pendekatan kepada dirinya menjadi orang-orang yang lebih sulit tertipu.

Identitas

Memang masa yang baru tidak selalu diisi dengan pribadi-pribadi yang baru.
Kita hanya akan menginginkan sesuatu yang lama, bila kemampuan kita lama.
Tidak ada pribadi dengan kemampuan yang terbaharui, yang akan damai menerima pengulangan keinginan yang sama dari keinginan lama yang telah dicapainya.
Perubahan-perubahan besar pada sesorang cucu Adam dimulai saat dia marah, marah besar -- kepada dirinya sendiri.
Waktu memang mengubah segala sesuatu, kecuali kita. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri.

Siapakah aku?
Pertanyaanmu mengenai siapakah engkau adalah ungkapan keletihanmu dengan pribadi yang belum membanggakan bagimu itu.
Kita semua tumbuh dari ketiadaan, menuju ke kemuliaan.
Kita tumbuh dari ketiadaan wujud, ketiadaan nama, dan dari ketiadaan kehadiran.
Identitas dasar dirimu ada dalam wujudmu.
Berlakulah dengan kesadaran bahwa engkau sedang dalam pengawasan.
Bila engkau menghormati Tuhan, tidak mungkin engkau berlaku yang menjadikanmu tidak menghormati dirimu sendiri.
Kita naik dalam kehidupan ini, dalam derajat yang bertingkat-tingkat, dan derajat-derajat itu kau capai melalui tingkat-tingkat dari pengertianmu.
Siapapun yang berlaku bertentangan dengan yang dimengertinya, adalah orang yang belum benar-benar mengerti.
Pribadi apapun yang mengupayakan perbaikan adalah sudah baru.
Siapapun yang menginginkan dirinya menjadi baik, sudah menjadi orang baik.
Kebaikanmu dimulai dari niatmu untuk menjadi pribadi baru.
Kesungguhanmu dinilai dari yang betul-betul engkau lakukan.
Mulailah dengan melihat dirimu dari luar dirimu.
Perubahan yang terbaik bagimu adalah perubahan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain.
Berlaku baiklah kepada dirimu sendiri, karena bila tidak engkau tidak akan menjadi baik bagi siapapun.
Engkau hanya dikenal sebaik engkau mengenalkan dirimu sendiri.
Kehidupan yang serius kebaikannya, sulit dicapai dengan nama yang tidak serius penghormatannya.
Aku mengalami semua yang harus ku alami agar aku menjadi pribadi yang matang dan kuat.
Tidak ada orang yang buta bila ia bersedia melihat kebutaannya sendiri.
Mampu melihat karena melihat kebutaan. Menjadi buta saat menolak melihat kebutaan.
Pengertian adalah sinar yang paling terang.

Semua penderitaanku itu adalah penyiap bagiku, sebagaimana penderitaanmu adalah penyiap bagi kecemerlangan dirimu.
Maka tolaklah pengertian yang hanya sesuai dengan kesediaanmu untuk menyianyiakan hidupmu.
Masa lalumu masih berperan dalam pemilihan isi bagi nama dan penghormatanmu kepada dirimu.
Meratapi masa lalumu, tidak akan memperbaiki apapun yang sudah terjadi; tetapi pasti melapukkan hidupmu yang sekarang.
Mengkhawatirkan masa depanmu, tidak akan menjamin terhapusnya semua masalahmu nanti, tetapi pasti menyadap kekuatanmu hari ini.
Namamu seharusnya adalah cerminan dari yang kau capai di masa kejayaanmu nanti.
Upaya adalah pengubah nasib,
Upaya adalah pembaik nasib, hanya bila upaya itu baik.
Maka mulai hari ini tetapkanlah dirimu untuk hadir sebagai keutungan bagi orang lain.
Capailah keindahan yang membahagiakan pada semua yang bisa kau indahkan dalam dirimu, agar engkau menjadi pengindah kehidupan semua saudaramu.
Semua perjalanan adalah perjalanan kejiwaan.
Kita semua adalah jiwa yang sedang hidup di alam raga.
Kehidupanmu adalah kehidupan jiwamu. Jiwamulah yang mengisi ragamu agar ia menjadi seseorang.
Nama yang kau pilihkan bagi dirimu adalah sebetulnya nama bagi jiwamu.
Hatimu adalah wajah dari jiwamu.
Menjadikan dirimu sadar mengenai kebesaran yang menjadi kerinduan jiwamu itu.
Kemudian menjadikan kesadaran akan tugas dari jiwamu sebagai warna dari semua kekuatan dan kesabaran mu.
Jadikanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaanmu, dan keberserahan sebagai kekuatan dari penantian hasilmu.
Engkau jiwa yang mulia, dan itulah identitas -asli-mu