2.5.09

Waktu

Hargamu hanya sebanding dengan penghargaanmu terhadap waktu.

Setiap hari berpotensi baik; tetapi memang tidak setiap pribadi dari kita berfokus pada perasaan, pikiran, dan tindakan yang mengubah potensi baik menjadi kenyataan baik.

Yang bersikap baik dalam mengunakan waktu, akan hidup dengan baik. Yang menyepelekan waktu, akan hidup memprotes penyepelean dari orang lain.

Waktu adalah kesempatan yang pasti menumhkan sesuatu.
Rasa enggan adalah kekuatan yang sangat besar, baik untuk mencapai keberhasilan atau menyebabkan kegagalan. Maka engganlah terlibat dalam hal-hal yang tidak menghasilkan, walau sekecil apapun.

Maka bersegeralah menambahkan kebaikan dalam setiap langkah keseharianmu, agar keajaiban yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keindahan hidupmu.

Engkau adalah pena yang menuliskan cerita kehidupanmu sendiri. Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakanmu adalah tangan Tuhan.

Engkau adalah kekasih Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali memuliakan mu.

29.4.09

Pura-pura dan Kepalsuan

Pura-pura adalah cara untuk membengun kualitas pribadi yang lebih dewasa, yang lebih tinggi kelasnya, karena orang-orang yang berada pada kelas di bawah tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan pada pergaulan kelas di atasnya.

Berpura-pura ini tidak negatif karena berpura-pura adalah cara untuk membayar di muka suatu kedewasaan yang belum kita miliki.

Berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous tampil di lingkungan yang lebih senior bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan tetapi upaya penyelamatan diri, sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki.

Berpura-pura itu sesuatu yang perlu dan mohon dibedakan dari kepalsuan.

Kepura-puraan yang baik dan kepalsuan datang kepada kita dalam pakaian yang sama. Sehingga dibutuhkan satu cara untuk membedakan kepura-puraan yang baik dan kepalsuan yang bisa merugikan kita.

Cara yang paling sederhana adalah bertanya, apakah kepura-puraan ini, apakah kepalsuan ini mendatangkan kebaikan bagi saya. Atau apakah kepura-puraan yang ditujukan kepada saya ini, menjadikan saya menjadi orang yang lebih baik, lebih penting, lebih berguna bagi orang lain.

Apapun cara yang digunakan orang, semanis apapun cara yang disampaikan kepada saya, apabila itu membuat saya merugikan saya sendiri, merugikan orang lain, maka cara-cara itu selalu cara-cara yang harus dicurigai.

Orang-orang yang teliti menilai setiap pendekatan kepada dirinya menjadi orang-orang yang lebih sulit tertipu.