- Kalau rantai DNA seorang manusia direntangkan, bakalan sepanjang 6000 kali bolak-balik Bulan dan Bumi
- Ukuran mata kita ga’ pernah berubah dari sejak lahir
- Kumbang dan Anjing bisa mencium rasa takut
- Kita ga’ melihat dengan mata kita, tapi dengan otak kita. Mata hanya kamera yang dikendalikan oleh seperempat otak
- Bawang, Apel dan Kentang punya rasa yang sama, perbedaan rasa ternyata disebabkan oleh baunya
- Jantung kita berdetak 101.000 kali per hari, selama kita hidup jantung berdetak sekitar 3 milyar kali dan memompa 400 juta liter darah
- Perang paling singkat dalam sejarah adalah saat Inggris mengalahkan Zanzibar pada tahun 1896, Cuma 38 menit
- Kalau seekor Unta jengkel, Ia akan meludahi orang
- Karena besi memuai, menara Eiffel jadi lebih tinggi 6 inci setiap musim panas
- Kata ’Toast’ pertama kali dipakai pada jaman Roma kuno saat sebuat roti tawar jatuh ke dalam minuman Anggur
- Seekor Jerapah bisa membersihkan telinganya dengan lidahnya (Coz panjang lidahnya 50 cm)
- Hiu adalah satu-satunya makhluk hidup yang kebal terhadap semua peyakit
- Untuk membuat satu kilogram madu, Kumbang harus mengunjungi 4 juta bunga atau menempuh jarak 4 kali keliling Bumi
- Istilah ’Skak Mat’ di permainan Catur diambil dari bahasa Persia ’Shah Mat’ yang artinya ’Raja telah Mati’
- Sejak tahun 45 Sebelum Masehi, kemacetan sudah menyebabkan pemerintah Roma mengeluarkan peraturan bahwa semua kendaraan, termasuk Kuda, hanya boleh beroperasi pada malam hari
16.8.08
Tau ga' sih
Koi
Koi, ikan cantik yang punya harga mahal dan tetap laku di pasaran ini adalah jenis ikan mas atau karper. Ikan ini dinobatkan sebagai ikan nasionalnya negara Jepang (kokugyo). Kabar tentang asal mula ikan koi, ada banyak versi. Salah satu yang tercatat, ada dalam buku berjudul Koi karya penulis Jepang yang bernama Takeo Kuroki. Ia menyebutkan bahwa sesungguhnya ikan cantik ini berasal dari Persia yang kemudian dibawa ke Jepang oleh orang-orang Cina lewat daratan Cina dan Korea. Cyprinus carpio L., begitulah koi disapa dalam bahasa latin. Perkembangan koi di dunia, dimulai ketika ikan ini pertama kali diekspor Jepang ke San Fransisco pada tahun 1938. Kemudian meluas ke Hawai (1947), Kanada (1949), dan Brasil (1953). Pemeliharaan koi di luar Jepang pun meningkat drastis selama dekade 1980-an.
Koi, datang ke Indonesia diperkirakan tahun 1981 s/d 1982. Koi pertama ini panjangnya mencapai 100cm, dan bisa berumur 50 s/d 75 tahun. Ikan ini dibawa oleh seorang pecinta ikan bernama Hani Moniaga. Ia kemudian mengembangkan peternakan koi di Cipanas, Jawa Barat. Sejak saat itu, ikan koi jadi populer di kalangan masyarakat pecinta ikan.
Pada awalnya, peternak di Jepang hanya bisa menghasilkan varietas koi satu warna tunggal, yakni koi hitam (Karasugoi, Sumigoi), putih (Shiromuji), merah (Akagoi, Benigoi, dan Higoi), kuning (Kigoi), keemasan (Kingoi), dan putih keperakan (Gingoi).
Dari satu warna, kemudian muncul koi dua warna, yakni Kohako (putih merah), Shiro bekko dan Shiro utsuri (hitam putih). Lalu, muncul berikutnya koi tiga warna, yakni Taisho sanke dan Showa sanshoku (merah, hitam, putih). Dan berikutnya, melahirnya koi multi warna seperti Goshiki, terdiri dari unsur warna dasar biru bercak-bercak merah, hitam, biru tua, dan putih.
Kemudian, hasil persilangan dengan ikan karper Jerman yang dinamakan karper tak bersisik (Kagami goi) sekitar tahun 1904, menghasilkan koi sebagian bersisik dan sebagian tidak. Ikan ini dinamakan Ditsu nishikigoi.
Memelihara ikan koi, tak terlalu sulit. Syaratnya, tentu saja butuh kesabaran dari sang pemelihara dan kolam yang lumayan luas agar si cantik dari Persia ini bisa memperindah pemandangan di rumah Anda.
Ikan koi bisa dipelihara dalam kolam semen, kolam tanah, atau kolam taman. Dianjurkan agar tidak memlihara koi didalam akuarium karena ikan ini butuh area berenang yang cukup luas dan dalam. Selain itu, jika dipandang dari sisi samping saja, keindahannya tak terlalu tampak. Karena warna-warna koi yang cantik, ada di bagian punggungnya.
Ikan koi bisa dipelihara dalam kolam semen, kolam tanah, atau kolam taman. Dianjurkan agar tidak memlihara koi didalam akuarium karena ikan ini butuh area berenang yang cukup luas dan dalam. Selain itu, jika dipandang dari sisi samping saja, keindahannya tak terlalu tampak. Karena warna-warna koi yang cantik, ada di bagian punggungnya.
Derajat keasaman (pH) air pada angka 6,5 s/d 8,5 paling cocok untuk mendukung pertumbuhan koi. Untuk menjaga sirkulasi air, perlu dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak ± 25 liter per menit. Tujuannya, agar kolam tak terlalu kerap dibersihkan.
Jenis pakan yang diberikan, berupa pakan alami (wortel, alga, chlorella, semangka, kubis, cabai hijau, sawi, daging kepiting, udang-udangan, jentik nyamuk, cacing rambut dan cacing darah) atau pakan buatan (wheat germ). Yang terpenting, pakannya harus mengandung gizi yang seimbang. Setidaknya, mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, mineral, dan vitamin. Berilah pakan pada setiap dua kali sehari. Pagi dan sore hari.
Jenis pakan yang diberikan, berupa pakan alami (wortel, alga, chlorella, semangka, kubis, cabai hijau, sawi, daging kepiting, udang-udangan, jentik nyamuk, cacing rambut dan cacing darah) atau pakan buatan (wheat germ). Yang terpenting, pakannya harus mengandung gizi yang seimbang. Setidaknya, mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, mineral, dan vitamin. Berilah pakan pada setiap dua kali sehari. Pagi dan sore hari.
Giok
Anda mengoleksi batu giok? Penggemar batu mulia ini memang tak akan kecewa memilikinya. Giok yang juga dikenal dengan nama jadeite, secara fisik memang cantik mempesona, sehingga seringkali digunakan sebagai perhiasan (gelang, cincing, kalung), atau sekadar pajangan di rumah (patung giok). Bagi etnis Tionghoa zaman dulu, batu giok dianggap sebagai pengganti emas. Nilainya setara dengan emas, kendati harganya lebih terjangkau.
Bukan hanya itu, batuan alam ini pun diyakini memiliki energi yang mampu memberi keselamatan dan kesehatan bagi penggunanya. Konon, orang mengenakan giok cenderung jarang sakit.
Ia dipercaya sebagai medium penjaga dan penyembuhan penyakit dalam tradisi pengobatan oriental, bahkan tertulis dalam buku-buku kesusasteraan Tiongkok Kuno. Batu ini dapat memperlambat proses penuaan sel, dan punya kemampuan luar biasa untuk memperkuat imun tubuh secara alamiah.
Bukan hanya itu, batuan alam ini pun diyakini memiliki energi yang mampu memberi keselamatan dan kesehatan bagi penggunanya. Konon, orang mengenakan giok cenderung jarang sakit.
Ia dipercaya sebagai medium penjaga dan penyembuhan penyakit dalam tradisi pengobatan oriental, bahkan tertulis dalam buku-buku kesusasteraan Tiongkok Kuno. Batu ini dapat memperlambat proses penuaan sel, dan punya kemampuan luar biasa untuk memperkuat imun tubuh secara alamiah.
Bangkitkan Chi
Medium itu dioptimalkan lewat terapi mengunakan sinar inframerah jauh. Jika dipanaskan, batu giok dapat membantu sirkulasi dan membangkitkan chi di dalam tubuh. Dalam pengobatan oriental, chi adalah tenaga atau sumber kehidupan dari segalanya. Ketika chi lemah, ketahanan tubuh pun akan melemah.
Inilah metode pengobatan alternatif yang makin disukai masyarakat modern, memadukan prinsip tradisional dan teknologi modern. Caranya, memunculkan prinsip filosofi dari rasa sakit sebagai pusat dari tenaga penyembuhan alami, sehingga tubuh akan sehat dengan kekuatan giok.
Proses terapi yang dijalani pun sangat mudah. Sesuai dengan namanya, terapi ini menggunakan alat berbentuk kapsul. Di dalam alat ini tersusun jajaran batu giok dan menghasilkan infra merah, di mana panasnya akan diserap tubuh.
Nah, tubuh pasien dibaringkan dalam kapsul raksasa tadi, sehingga carbon-epox serta set roller batu giok akan memijat tubuh pasien, mulai dari tulang leher hingga tulang paha bawah, tumit, dan betis.
Giok Asli
Bagaimana tanda-tanda batu giok yang asli? Warna menjadi faktor terpenting dalam menilai keaslian giok. Giok berkualitas tinggi memiliki warna yang murni, kuat, dan terang. Warna paling ideal adalah emerald (hijau kuat).
Tetapi kebanyakan giok mengandung warna biru atau kuning. Kombinasi yang baik antara hijau, biru, dan kuning bisa menciptakan warna hijau yang terang dan kuat. Giok hijau pucat, hijau kekuningan, atau hijau kebiruan mempunyai nilai lebih rendah. Apalagi jika warnanya tercampur dengan abu-abu atau cokelat.
Giok juga muncul dalam warna lavender yang mulai populer di kalangan muda di Barat. Ada juga giok putih, kuning, merah kecokelatan, dan hitam. Giok natural berwarna merah dan giok kuning kini menjadi barang langka, sehingga harganya mahal. Bahkan jika memiliki tiga warna, harganya makin membumbung tinggi.
Fu Lu Shou, yang memiliki tiga warna (hijau, lavender, merah) merupakan giok yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kelanggengan. Giok paling berharga disebut Wufu Linmen, terdiri atas lima warna (hijau, merah, lavender, kuning, dan putih).Apabila mempunyai giok, Anda mesti merawatnya dengan baik agar tidak mudah rusak. Batu ini tidak boleh digosok berkali-kali hingga panas. Mengapa? Batunya bisa mati, warnanya tidak bisa menjadi tua lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)